Occupational Therapy
Selamat Datang dan Selamat Membaca!!
Sebelum saya memulai blog ini, ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang. Jadi saya perkenalan diri terlebih dahulu. Nama saya I Gusti Ayu Ratih Pradnyandewi salah satu mahasiswi jurusan D-IV Terapi Okupasi Poltekkes Kemenkes Surakarta.
Sebagian besar dari kalian yang sedang menempuh pendidikan akhir sekolah menengah atas atau kejuruan SMA/ SMK, pasti lagi bimbang dan bingung nih mengenai kemana akan melanjutkan kuliah dan bingung menentukan jurusan yang akan dipilih. Nah disini aku mau sharing mengenai jurusanku saat ini. Semoga dengan membaca ini kalian bisa lebih terbuka lagi pikirannya dan bisa menentukan pilihan dari sekarang ya...
Saya adalah mahasiswa rantau yang sedang menempuh perkuliahan dengan mengambil jurusan Terapi Okupasi atau bahasa inggris yang lebih keren dibilangnya Ocuupational Therapy. Sudah tahu atau sudah pernah dengar jurusan itu? Jika belum aku akan menjelaskan sedikit mengenai jurusanku ini. Terapi Okupasi merupakan jurusan dibidang ilmu layanan kesehatan yang menangani pasien dengan gangguan kesehatan tertentu agar pasien atau individu tersebut mencapai kemandiriannya dan mendapat harapan positif. Misalnya mampu melakukan pekerjaan rumah dan aktivitas sehari-hari yang sebelumnya tidak bisa untuk dilakukan seorang diri.
Menurut World Federation of Occupational Therapy (WFOT, 2004) tujuan utama dari Terapi Okupasi ini adalah untuk membuat individu mampu berpartisipasi dalam aktivitas kesehariannya, dengan memberi kesempatan kepada pasien untuk mengerjakan aktivitas yang dapat meningkatkan kemampuannya baik dengan modifikasi alat bantu ataupun modifikasi lingkungan sehingga tercipta lingkungan yang lebih mendukung.
Terapi Okupasi sendiri menangani pada 3 area yakni geriatri, pediatri, dan psikososial.
1. Geriatri menangani keterbatasan atau gangguan fisik dan atau mental pada kasus dewasa.
3. Psikososial menangani kasus gangguan kejiwaan seperti Skizofrenia, Skizoafektif dll.
Untuk prospek kerjanya jangan diragukan guys.. karena lulusan Terapi Okupasi masih sangat sedikit jumlahnya sedangkan sangat dibutuhkan sehingga tidak jarang lulusan Terapi Okupasi ini banyak dicari dan ditawarkan untuk bekerja di rumah sakit pemerintah atau swasta, klinik, sekolah dan praktik dokter spesialis dengan tawaran penghasilan yang cukup tinggi. Nah untuk pengetahuan dari masyarakat juga masih sangat minim karena belum mengetahui apa terapi okupasi itu.
Semoga dengan membaca ini akan menambah pengetahuan teman-teman mengenai apa itu Terapi Okupasi. Terima Kasih😊
Sebelum saya memulai blog ini, ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang. Jadi saya perkenalan diri terlebih dahulu. Nama saya I Gusti Ayu Ratih Pradnyandewi salah satu mahasiswi jurusan D-IV Terapi Okupasi Poltekkes Kemenkes Surakarta.
Sebagian besar dari kalian yang sedang menempuh pendidikan akhir sekolah menengah atas atau kejuruan SMA/ SMK, pasti lagi bimbang dan bingung nih mengenai kemana akan melanjutkan kuliah dan bingung menentukan jurusan yang akan dipilih. Nah disini aku mau sharing mengenai jurusanku saat ini. Semoga dengan membaca ini kalian bisa lebih terbuka lagi pikirannya dan bisa menentukan pilihan dari sekarang ya...
Saya adalah mahasiswa rantau yang sedang menempuh perkuliahan dengan mengambil jurusan Terapi Okupasi atau bahasa inggris yang lebih keren dibilangnya Ocuupational Therapy. Sudah tahu atau sudah pernah dengar jurusan itu? Jika belum aku akan menjelaskan sedikit mengenai jurusanku ini. Terapi Okupasi merupakan jurusan dibidang ilmu layanan kesehatan yang menangani pasien dengan gangguan kesehatan tertentu agar pasien atau individu tersebut mencapai kemandiriannya dan mendapat harapan positif. Misalnya mampu melakukan pekerjaan rumah dan aktivitas sehari-hari yang sebelumnya tidak bisa untuk dilakukan seorang diri.
Jika kamu adalah salah satu dari sekian individu yang memiliki jiwa kepedulian dalam membantu anak atau pasien berkebutuhan khusus maka kamu dianjurkan memilih jurusan ini guys.. karena disamping membantu dan melatih kemampuan fisik dari pasien itu sendiri, sebagai seorang Okupasi Terapis kamu akan memberikan dukungan secara psikologis juga kepada pasien dengan mendengarkan dan memotivasi mereka untuk bisa mencapai kemandirian atau well-being.
Menurut World Federation of Occupational Therapy (WFOT, 2004) tujuan utama dari Terapi Okupasi ini adalah untuk membuat individu mampu berpartisipasi dalam aktivitas kesehariannya, dengan memberi kesempatan kepada pasien untuk mengerjakan aktivitas yang dapat meningkatkan kemampuannya baik dengan modifikasi alat bantu ataupun modifikasi lingkungan sehingga tercipta lingkungan yang lebih mendukung.
Terapi Okupasi sendiri menangani pada 3 area yakni geriatri, pediatri, dan psikososial.
1. Geriatri menangani keterbatasan atau gangguan fisik dan atau mental pada kasus dewasa.
2. Pediatri menangani keterbatasan atau gangguan fisik dan mental pada anak-anak.
3. Psikososial menangani kasus gangguan kejiwaan seperti Skizofrenia, Skizoafektif dll.
Untuk prospek kerjanya jangan diragukan guys.. karena lulusan Terapi Okupasi masih sangat sedikit jumlahnya sedangkan sangat dibutuhkan sehingga tidak jarang lulusan Terapi Okupasi ini banyak dicari dan ditawarkan untuk bekerja di rumah sakit pemerintah atau swasta, klinik, sekolah dan praktik dokter spesialis dengan tawaran penghasilan yang cukup tinggi. Nah untuk pengetahuan dari masyarakat juga masih sangat minim karena belum mengetahui apa terapi okupasi itu.
Semoga dengan membaca ini akan menambah pengetahuan teman-teman mengenai apa itu Terapi Okupasi. Terima Kasih😊
"Kita pastinya sudah tahu bahwa semua manusia memiliki kelebihan dan juga kekurangan, kita juga sudah tahu bahwa cobaan dan masalah kehidupan pasti akan datang silih berganti. Selagi kita mampu menolong orang lain, maka bantulah orang lain. Mungkin apa yang kita bantu tidaklah seberapa, tapi bisa jadi itu sangat berharga bagi orang yang kita bantu tersebut."





Mantap isinya 👍
BalasHapusThanks🙏
HapusNice gek
BalasHapus